Latest Post
Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan

Contoh Biografi Singkat Diri Sendiri dan Tokoh (Lengkap, Singkat dan Terbaru)

Written By Rachmat.M.Flimban on Rabu, Mei 13, 2020 | Rabu, Mei 13, 2020

Contoh Biografi Singkat Diri Sendiri dan Tokoh (Lengkap, Singkat dan Terbaru)

Contoh Biografi Singkat – Menulis biografi merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menyampaikan cerita tentang kehidupan seseorang lewat media tulisan. Biografi biasanya berisi tentang sejarah kehidupan orang lain. Bila penulis menuliskan tentang sejarah hidupnya sendiri, maka tulisan tersebut disebut autobiografi.

Secara umum, biografi dapat ditampilkan dalam dua gaya utama, gaya formal dan gaya santai atau non formal. Biografi juga dapat berisi banyak hal mulai dari informasi mengenai data pribadi orang yang diangkat dalam biografi, kehidupan orang tersebut, bahkan hingga pengalaman atau kejadian-kejadian yang pernah dialami oleh orang tersebut.

Cara dan Langkah Menulis Biografi
contoh biografi diri sendiri singkat
Untuk menghasilkan biografi yang berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penulis biografi. Hal-hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menulis biografi antara lain adalah:
  1. Informasi yang anda tampilkan dalam biografi haruslah bersifat apa adanya dan sesuai fakta. Hindari memasukkan hal-hal yang tidak benar-benar terjadi dalam biografi yang anda tulis. Karena itulah penting bagi anda untuk melakukan riset mengenai sosok yang akan anda tulis biografinya.
  2. Menulis biografi juga menuntut anda untuk menampilkan informasi dengan objektivitas yang baik. Usahakan untuk tidak terlalu menggunakan gaya yang berlebihan ketika menyajikan informasi dalam biografi.
  3. Perhatikan judul. Pilihlah judul yang tepat untuk Contoh Biografi Singkat yang anda tulis.
  4. Perhatikan juga tujuan anda menulis biografi. Biografi bisa disajikan sebagai bentuk inspirasi atau dijadikan media agar pembaca lebih mengenal sosok yang diangkat dalam biografi.
  5. Perhatikan struktur kalimat, gaya bahasa, penggunaan tanda baca, pemilihan kata, dan aspek tata bahasa lainnya.
  6. Gunakan sudut pandang pihak ketiga baik itu ketika menuliskan contoh biografi diri sendiri ataupun biografi orang lain, Perlu diketahui perbedaan antara penulisan biografi dan penulisan autobiografi/otobiografi salah satunya ada di sudut pandang penulisan. Penulisan autobiografi sendiri biasanya menggunakan sudut pandang pihak pertama atau “Aku”.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kamu akan dapat menulis suatu contoh biografi diri sendiri ataupun orang lain dengan baik.
Riset memang merupakan bagian terpenting dalam kegiatan menulis biografi. Selain melakukan riset mengenai kehidupan orang yang akan anda angkat dalam biografi, anda juga sebaiknya melakukan riset mengenai bagaimana biografi sebaiknya ditulis. Berikut adalah contoh biografi singkat yang bisa anda jadikan referensi ketika menulis biografi.

Contoh Biografi Singkat

Contoh Biografi Singkat Chairil Anwar
Chairil Anwar merupakan tokoh yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan merupakan salah satu penyair terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Beliau adalah penyair Angkatan ’45 yang karya-karyanya sudah diterbitkan secara luas saat ini. Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 26 Juli 1922. Beliau dibesarkan dalam sebuah keluarga yang boleh dikatakan kurang harmonis. Kedua orang tuanya bercerai ketika Chairil Anwar masih kecil lalu ayahnya kemudian menikah lagi. Setelah perceraian itu dan setelah lulus SMA, beliau mengikuti ibunya pindah ke Jakarta. Ketika masa kecilnya di Medan, beliau memiliki hubungan yang sangat dekat dengan neneknya. Kedekatan ini memberikan begitu banyak pengaruh pada kehidupan Chairil Anwar. Meski beliau jarang berduka semasa hidupnya, salah satu hal paling menyedihkan yang beliau alami adalah ketika neneknya meninggal dunia. Kejadian ini dituangkan Chairil dalam bentuk sajak.

Sejak kecil, Chairil Anwar dikenal sebagai anak yang bandel. Salah satu teman dekat beliau, Sjamsul Ridwan, pernah menuangkan cerita tentang masa kecil Chairil Anwar dalam bentuk tulisan. Menurut Sjamsul, salah satu karakter Chairil ketika masa kanak-kanak adalah sifat tidak mau merasa kalah. Menurutnya, Chairil pantang merasa kalah dalam perlombaan atau dalam hal mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Keinginanya yang kuat untuk mendapatkan sesuatu itulah yang menyebabkan Chairil memiliki jiwa yang meledak-ledak. Menurut Sjamsul lagi, watak Chairil yang seperti inilah yang menyebabkan beliau tidak pernah diam dan selalu aktif.

Rekannya yang lain, Jassin, juga memiliki kenangan sendiri mengenai masa kecil Chairil. “Kami pernah bersama-sama bermain bulu tangkis,” ujar Jassin. “Chairil waktu itu kalah. Namun dia tidak mau mengakui kekalahannya. Dia mengajak untuk bertanding terus sampai akhirnya aku yang kalah. Semua itu dia lakukan karena waktu itu kami bertanding di hadapan para gadis.”

Wanita adalah dunia bagi Chairil Anwar setelah buku-buku. Beberapa nama tercatat sebagai gadis yang pernah dikejar-kejar oleh Chairil Anwar antara lain Sri Ayati, Ida, Mirat, Gadis Rasyid, dan Roosmeini. Semua nama itu bahkan pernah dimasukkan ke dalam puisi-puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar. Meski cukup banyak wanita yang pernah singgah di hatinya, Chairil akhirnya menikahi seorang gadis Karawang bernama Hapsah.

Pernikahan Chairil Anwar dengan Hapsah tidak berumur panjang. Karena gaya hidupnya yang tak kunjung berubah serta dihimpit oleh masalah kesulitan ekonomi, Hapsah meminta cerai pada Chairil. Ketika anaknya baru berusia 7 bulan, Chairil sudah menjadi duda. Tak lama kemudian, pada tanggal 28 April 1949 pukul 15:15 WIB, Chairil menghembuskan napas terakhirnya. Ada beberapa versi mengenai sakit yang diderita oleh Chairil. Yang pasti, Chairil mengidap sipilis dan TBC kronis.

Usia Chairil memang tak panjang. Hanya 27 tahun. Namun usianya yang pendek itu meninggalkan begitu banyak hal berharga bagi dunia sastra Indonesia. Chairil Anwar bahkan menjadi contoh terbaik dalam hal sikap yang acuh tak acuh dan tidak pernah bersungguh-sungguh dalam menggeluti dunia seni, khususnya seni sastra. Sikap inilah yang pada akhirnya menyebabkan anak Chairil Anwar, Evawani Chairil Anwar, yang juga merupakan seorang notaris di kawasan Bekasi, menyampaikan permintaan maaf ketika acara mengenang wafatnya Chairil Anwar yang diadakan pada tahun 1999. “Saya meminta maaf karena saat ini saya hidup di dunia yang bertentangan dengan dunia yang digeluti oleh Chairil Anwar,” ujar Evawani.

Salah satu puisi Chairil Anwar yang paling terkenal adalah sebuah puisi berjudul “Aku”. Selain puisi “Aku”, banyak lagi puisi serta sajak lain dari Chairil Anwar yang kini telah dibaca jutaan masyarakat Indonesia.

Catatan Mengenai Contoh Biografi Singkat Chairil Anwar:
Seperti yang anda lihat pada contoh biografi di atas, keterangan pribadi mengenai sosok yang diangkat dalam biografi, yang dalam hal ini adalah Chairil Anwar, ditampilkan dengan apa adanya dan berdasar pada fakta yang benar-benar ada. Selain itu, pada contoh biografi di atas anda juga bisa melihat adanya kutipan-kutipan dari orang-orang terdekat Chairil Anwar seperti teman beliau dan anak beliau.

Contoh Biografi Singkat Diri Sendiri
Irfan Maulana Ibrahim lahir di Bandung, 19 Oktober 1999. Buah dari pasangan Radjiman Katamso dan Elva L Kusumaningsih. sejak kecil dia dan kedua adiknya terbiasa hidup sederhana walaupun Ibunya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil dan Ayahnya bekerja di salah satu perusahaan IT terkenal di kota Bandung. “hidup sederhana adalah kunci kebahagiaan.” begitulah moto hidup keluarga mereka.

Pemuda bertubuh tinggi kurus ini menyukai badminton ketika berusia 7 tahun, selepas menonton salah satu pertandingan Taufik Hidayat di televisi,  ketika itu juga Ayahnya membelikannya sepasang raket dan membuatkannya lapangan badminton kecil di halaman depan rumahnya. Keseharian Irfan setelah itu tak lepas dari raket dan badminton selain juga belajar tentunya.

Menginjak kelas 4 sekolah dasar, Irfan mewakili sekolahnya dalam sebuah turnamen bulu tangkis antar sekolah dasar se kota-Bandung, ketika itu dia hanya mampu mencapai babak 8 besar dan tak mampu menembus semifinal, hal ini sempat membuatnya kecewa, Namun tak membuatnya patah semangat untuk menjadi pemain bulutangkis terkenal di dunia.

Beberapa minggu setelah itu, Ayahnya mendaftarkan Irfan ke sekolah bulutangkis “Taruna”. Di tempat inilah karir Irfan melesat, beberapa kejuaraan bulutangkis tingkat junior berhasil dia menangkan, diantaranya Hardiknas Badminton Junior Cup 2011, Cibalayung Cup 2011, Kejuaraan Bandung Badminton 2012 dll.

Saat ini Irfan merupakan salah satu siswa di SMA Negeri 3 Bandung, dia memiliki cita-cita suatu hari nanti dapat masuk program pelatnas bulutangkis di Cipayung dan dapat mengikuti dan memenangi berbagai kejuaraan bulutangkis dunia.

Contoh Biografi Singkat (.Jpg)
  1. Contoh Biografi Singkat Ki Hajar Dewantara .Jpg
contoh biografi singkat ki hajar
slidesharecdn.com
2. Contoh Biografi Singkat Pangeran Diponegoro .Jpg
contoh-biografi-singkat-pangeran
Selain isi biografi, anda juga perlu memperhatikan gaya bahasa serta struktur kalimat yang anda gunakan ketika menulis biografi. Pastikan anda menggunakan tata bahasa yang baik dan benar ketika menulis biografi, apalagi bila biografi tersebut ditulis dalam gaya formal.

Untuk membantu anda dalam menulis Contoh Biografi Singkat, selain melakukan riset mengenai tokoh yang akan anda tulis biografinya, ada baiknya anda mencari contoh-contoh biografi yang bisa anda gunakan sebagai acuan atau referensi dalam menulis biografi. Saat ini anda bisa menemukan contoh biografi singkat dengan mudah lewat internet. Terakhir, pastikan biografi yang anda tulis menarik untuk dibaca. Meskipun menggunakan gaya formal dan tata bahasa bergaya resmi, anda tetap harus bisa mengolah tulisan anda sehingga pembaca biografi yang anda tulis merasa tertarik untuk membaca biografi tersebut.

Sekian Contoh Biografi Singkat beserta struktur dan cara penulisannya yang benar. Sumber Artikel; www.Salamadian.com

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Biografi - Raden Adjeng Kartini

Written By Rachmat.M.Flimban on Selasa, Desember 17, 2013 | Selasa, Desember 17, 2013

 Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[1] adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Biografi
Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dariNyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupatiberisterikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarangpada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Kami Ucapkan Jazakumullohu khaeran - terimakasih atas kunjungan anda di website kami dan juga partisipasi anda . Semoga bermanfaat bagi diri kami dan bagi anda semua,. Barakallohufiikum..
 
Sumber : id.wikipedia.org

Artikel : Cluster Duta Asri Palem 3

Form Berlanggan Via eMail:
Anda akan secara otomatis menerima email setiap hari dengan konten terbaru Kami.
Silahkan masukkan E-Mail Anda pada kotak dibawah ini untuk mendapatkan Update terbaru Kami.


Delivered by FeedBurner
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Beograd Masih Ingat Bung Karno

Written By Rachmat.M.Flimban on Senin, Desember 09, 2013 | Senin, Desember 09, 2013

Perjumpaan secara tak sengaja dengan Miroslavic di Kafe Insomnia semakin meyakinkan bahwa nama besar Bung Karno, presiden RI pertama, benar-benar tinggal di hati rakyat Beograd, Serbia. Barangkali juga Bung Karno tidak hanya dikenang di Beograd, tetapi juga di kota-kota lainnya di seluruh Serbia atau malahan di seluruh wilayah bekas Yugoslavia. 

Kafe Insomnia yang terletak di perempatan Jalan Strahinjica Bana 66a itu tidaklah besar. Gedung kafe itu berlantai dua. Di lantai bawah ada sekitar 20 kursi, demikian juga di lantai atas. Tetapi, di ruang kecil itu, nama besar Bung Karno bergaung begitu keras. 

”Ah, dari Indonesia,” ujar Miroslavic begitu ramah. Lelaki kelahiran tahun 1942, yang pernah memiliki percetakan kertas undangan dan tanggalan, itu lalu dengan lancar bercerita tentang Bung Karno. ”Coba di zaman sekarang ini muncul kombinasi pemimpin seperti (Josip Broz) Tito, Bung Karno, (Gamal Abdul) Nasser, (Jawaharlal) Nehru, dan siapa lagi itu yang dari Ghana, saya lupa, pasti hebat sekali.” 

”Saya masih ingat, walau waktu itu masih kecil, kunjungan Bung Karno ke sini, Beograd. Bung Karno sahabat Tito. Waktu itu kami berdiri di pinggir jalan sambil melambai-lambaikan bendera kedua negara. Keduanya hebat,” tuturnya lebih lanjut. 

Nama Bung Karno memang selalu disebut-sebut di mana- mana. Begitu menginjakkan kaki di Beograd, yang pertama kali menyebut nama Bung Karno adalah Andri Hadi, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, yang memimpin delegasi Indonesia dalam dialog bilateral antarumat beragama (interfaith) Indonesia-Serbia. ”Kita tiba di negeri sahabatnya Bung Karno,” katanya saat itu. 

Di Kedutaan Besar RI di Beograd, untuk kedua kalinya nama Bung Karno disebut. Kali ini oleh Dubes RI untuk Serbia Semuel Samson. ”Gedung KBRI ini berdiri di wilayah yang khusus, istimewa, tidak di kompleks korps diplomatik. Kita memperoleh tempat yang khusus dan luas karena eratnya persahabatan antara Bung Karno dan Tito,” jelas Semuel Samson. 

”Anda harus berbangga, sekarang mengikuti seminar di tempat yang dulu digunakan juga oleh para pemimpin Gerakan Nonblok (GNB) untuk pertama kalinya bersidang. Yang lebih istimewa lagi, dan ini harus membuat Anda bangga, di sinilah dulu Bung Karno juga bersidang. Bung Karno pemimpin besar. Dia sahabat Tito, yang berarti juga sahabat kami. Kami, rakyat Serbia, dulu Yugoslavia, bangga akan dia,” ujar Radislav Z Milanovic begitu lancar, tanpa bisa diputus, di sela-sela dialog antar-umat beragama. 

Dialog diselenggarakan di Palace of Serbia, sebuah gedung yang digunakan untuk menggelar Konferensi Pertama GNB tahun 1961. Milanovic, seorang senior eksekutif di perusahaan penerbangan Serbia, yang pernah beberapa kali ke Indonesia, mengaku sangat mengagumi Bung Karno. 

Di dalam ruang sidang, Ljubodrag Dimic, seorang profesor doktor dari Universitas Beograd, yang menjadi salah satu pembicara dalam dialog, secara panjang lebar menjelaskan tentang persahabatan Indonesia lewat GNB. ”Bung Karno memainkan peran sangat besar dalam konferensi itu,” katanya. ”Soekarno memang tokoh besar. Anda, saudara-saudara kami dari Indonesia, harus berbangga memiliki tokoh sebesar dan sehebat Soekarno, sama seperti kami memiliki tokoh besar Tito,” lanjutnya. 

Tokoh pemersatu 
Yang diucapkan Dimic itu diulangi lagi oleh pemimpin Komunitas Islam Serbia, Imam Besar Adem Zilkic, saat menerima delegasi Indonesia di kompleks Masjid Bajrakli. ”Jarak antara Indonesia dan Serbia memang jauh. Secara geografis kita berada di tempat yang berjauhan, tetapi secara spiritual kita dekat. Kita memiliki hubungan spiritual yang dekat. Yang berjasa mempererat hubungan spiritual kita adalah Soekarno. Dia sahabat kami rakyat Serbia,” kata Adem Zilkic. 

Dua jam kemudian, di Universitas Beograd, Rektor Universitas Beograd Branko Bogdanovic, menjelang acara penandatanganan naskah kesepahaman antara Universitas Beograd dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, lagi-lagi bercerita tentang kebesaran dan kehebatan Bung Karno. ”Presiden Soekarno menerima gelar doktor kehormatan dari universitas ini. Pemberian gelar itu, selain menunjukkan kehebatan Soekarno di bidang akademi, juga membuktikan betapa kami sangat menghormati tokoh besar itu,” katanya. 

”Ya, Soekarno memang tokoh besar. Ia pahlawan yang kami banggakan. Berdosalah kami kalau ke Beograd tidak singgah ke universitas ini, tempat dulu Soekarno mendapat gelar doktor,” sambung Semuel Samson. Bahkan Dubes RI untuk Serbia ini menyebut, selama 20 tahun masa pemerintahannya, Bung Karno 20 kali mengunjungi Yugoslavia. 

Dan Dekan Fakultas Teologi Ortodoks Universitas Beograd Artemije Irenej, seorang uskup Gereja Ortodoks Serbia, tidak ketinggalan memuji Bung Karno menjelang kuliah umum yang disampaikan oleh Pendeta Margaretha Maria Hendriks-Ririmasse, Heru Prakoso SJ, dan Komaruddin Hidayat. 

Mengapa Bung Karno begitu dipuji dan dikagumi di Serbia? ”Itu menunjukkan kebesaran dan kehebatan Bung Karno sebagai tokoh GBN. Selain itu, Bung Karno juga dipandang sebagai pemimpin pendorong solidaritas, solidarity maker. Sebagai bangsa yang plural, Serbia sama dengan Indonesia, membutuhkan seorang pemersatu. Di sini, setelah Tito meninggal, Yugoslavia bubar, sementara setelah Bung Karno meninggal, Indonesia masih bersatu, masih utuh. Itu yang membuat mereka kagum kepada Indonesia, kagum kepada Bung Karno, sang pemersatu,” komentar Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Komaruddin Hidayat. 

Bung Karno memang tokoh besar. Dan, rakyat Serbia mengakuinya.


Kami Ucapkan Jazakumullohu khaeran - terimakasih atas kunjungan anda di website kami dan juga partisipasi anda . Semoga bermanfaat bagi diri kami dan bagi anda semua,. Barakallohufiikum..
 
Artikel : Cluster Duta Asri Palem 3
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 
Support : Blog author | Rachmat.M,MA | Duta Asri Palem 3
Copyright © 2013. PERUM DUTA ASRI PALEM3 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger